Batu Bara Bersholawat Jilid III Berlangsung Khidmat, Dihadiri Ratusan Masyarakat
Batu Bara – Kegiatan Batu Bara Bersholawat Jilid III berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lahan terbuka Dusun IV Tanjung Permai, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (8/8/2026) malam.
Kegiatan keagamaan yang dimulai sekira pukul 21.30 WIB tersebut menghadirkan dua penceramah, yakni KH. Muhammad Luthfi Bashori dari Malang dan Al-Habib Haiqal bin Husein Alaydrus dari Medan. Kegiatan dihadiri sekitar 500 masyarakat Kabupaten Batu Bara.
Turut hadir Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., Kapolres Batu Bara yang diwakili Wakapolres Batu Bara Kompol Supendi, S.H., M.H., para pimpinan OPD Kabupaten Batu Bara, perwakilan Kantor Kementerian Agama Batu Bara, Ketua MUI Kabupaten Batu Bara H. Tahan Siregar, para camat se-Kabupaten Batu Bara, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid dan sholawat bersama. Selanjutnya, masyarakat mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Qori Internasional Al-Ustadz H. Darwin Hasibuan, S.Pdi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, sambutan Bupati Batu Bara sekaligus penyerahan bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, serta sambutan Ketua MUI Kabupaten Batu Bara.
Suasana semakin semarak dengan penampilan senandung nasihat oleh Tim Kesenian Batu Bara, sebelum dilanjutkan dengan Mauizhoh Al-Hasanah atau ceramah agama yang disampaikan oleh Al-Habib Haiqal bin Husein Alaydrus dan KH. Muhammad Luthfi Bashori.
Kegiatan ditutup dengan sholawatan dan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekira pukul 24.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan Batu Bara Bersholawat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah, Kepolisian, tokoh agama dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta memohon keberkahan dan kedamaian bagi Kabupaten Batu Bara.
Polres Batu Bara turut memastikan kehadiran personel dalam kegiatan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan kondusif (redaksi)
